Ini Hits Kamu [2013.02.07]

Mendengarkan musik dengan earphone, sehat gak sih?
Desain kantor di Jakarta saat ini kebanyakan memang membuat perhatian gampang teralih, sehingga situasi dimana orang bekerja dengan earphone menancap di telinga sudah menjadi pemandangan biasa. Kebanyakan kantor pun memberi keleluasaan pribadi melalui musik (yang seringkali didengarkan melalui earphone). Sebagian orang menganggap bekerja sambil mendengarkan musik dapat meningkatkan konsentrasi. Benarkah demikian?

Dr. Robert Desimone, direktur McGovern Institute for Brain Research di Massachusetts Institute of Technology, mengatakan, belum ada riset yang benar-benar mendukung dugaan tersebut. Dalam satu dari beberapa riset kecil di Taiwan, mendengarkan musik sambil membaca liriknya justru membuat nilai uji konsentrasi lebih rendah. Studi ini melibatkan 102 mahasiswa, dan diterbitkan secara online di jurnal Work.

Dalam riset lain yang diterbitkan di Journal of the Scholarship of Teaching and Learning, tahun 2010, dikatakan bahwa mendengarkan musik hip-hop membuat pengurangan nilai tes membaca pada 133 orang dewasa.

Studi ketiga dari Fu Jen Catholic University di Taiwan, yang diikuti oleh 89 mahasiswa usia 19-28 tahun, mendapati bahwa orang-orang yang mendengarkan musik sambil bekerja atau belajar (entah itu suka atau tidak suka dengan musiknya) mendapat nilai terendah dalam hal memusatkan perhatian, dibandingkan mereka yang tidak memiliki perasaan yang kuat mengenai musik, atau yang bekerja di ruangan tanpa mendengarkan musik. Secara alamiah, orang lebih menaruh perhatian pada musik yang sangat mereka sukai atau tidak mereka sukai dan mengacaukan kemampuan mereka untuk fokus.

Multitasking dalam hal mendengarkan musik pada beberapa situasi ternyata tidak begitu membantu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Mendengarkan musik sambil membaca liriknya, diikuti dengan membaca atau menulis laporan kerja, bisa mengalihkan perhatian Anda. Sebab, hal ini melemahkan proses verbal pada bagian-bagian dari otak. Para ahli syaraf yang mengadakan studi di Fu Jen Catholic University, Taiwan mengatakan, korteks prefrontal, atau pusat kontrol pada otak, harus bekerja lebih keras untuk tidak memproses stimulus verbal yang kuat seperti lirik, dan bersaing dengan pekerjaan yang sedang Anda lakukan ketika mendengarkannya. Akhirnya, semakin lama Anda mencoba berkonsentrasi di tengah-tengah berbagai gangguan, semakin buruk pekerjaan yang dihasilkan.

“Perhatian itu membutuhkan upaya mental, dan kita bisa kelelahan secara mental,” ujar Dr. Desimone.

Meskipun begitu, respon setiap orang terhadap musik bisa berbeda. Bagi sebagian orang, potongan musik yang familiar tanpa lirik bisa membantu menghambat suara-suara gangguan lain, seperti suara cempreng rekan kerja di sebelah Anda. Menggunakan earphone untuk mereduksi kegaduhan dianggap bisa membantu meningkatkan daya konsentrasi dari kegaduhan yang ada. Menurut Steven Orfield, presiden Orfield Laboratories Inc, – perusahaan desain arsitektur di Minneapolis -, earphone memang mampu menyaring tiga perempat kegaduhan di tempat kerja.

“Namun, ketika Anda melepaskannya selama beberapa menit, segala sesuatu akan terdengar terlalu keras untuk Anda sampai telinga Anda menyesuaikan diri. Akibatnya Anda bisa berbicara lebih keras pada yang lain,” ujar Steven melanjutkan.

Studi Dr. Desimone juga menunjukkan bahwa penggunaan earphone lebih dari 90 menit secara konstan selama waktu yang lama dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran. Karena itu, untuk tetap menjaga kesehatan telinga, disarankan pembatasan volume sampai 50-70 persen batas maksimal volume. Ketika Anda merasa kuping tidak nyaman atau sakit kepala, sebaiknya hentikan penggunaan earphone segera. Sering kali karena terlalu serius bekerja, banyak pekerja yang sampai melupakan hal ini dan berakibat fatal pada pendengarannya.

Jurnal Environmental Science and Technology yang juga dikutip dari Healthnews.com menyebutkan bahwa sekitar 90 persen dari 4.500 penduduk kota New York berada pada risiko gangguan pendengaran akibat paparan dari kebisingan oleh MP3 player maupun smart phone yang seringkali mereka dengarkan melalui earphone.

Nah, masih ingin bekerja sambil mendengarkan musik melalui earphone? Think Again!

NEWS terbang setinggi 35m di Tokyo Dome

Gondola khusus dibuat untuk digunakan NEWS dalam konser di Tokyo Dome. Yang membawa mereka cukup tinggi untuk dapat melihat fans mereka di dome tersebut. Konser di Tokyo itu memulai tur NEWS dari 25 September, dan merupakan tur pertama mereka dalam 20 bulan.
“Saya tahu kalian ada yang berpikir, ‘konsermu terlambat NEWS!’, tapi akhirnya kami di sini!”, kata Keiichiro Koyama (26)
Mendekati akhir konser, member NEWS kemudian naik ke gondola yang membawa mereka ke ketinggian 35 meter di udara dan membawakan lagu TEPPEN. Fans yang duduk di lantai 3 pun bisa merasa dekat dengan idolanya, aksi ini mengundang aplaus dari 55 ribu penonton yang hadir saat itu. NEWS pun merasa terkejut dengan gondola ini, karena mereka hampir mencapai langit-langit Tokyo Dome.
“Saya tidak pernah menyangka akan menjadi setinggi ini,” kata Takahisa Masuda (24),
“Kami ingin sedekat mungkin dengan tempat dimana fans kami duduk.” kata Tomohisa Yamashita (25)
Dikabarkan gondola tersebut memakan waktu 2 bulan pembuatan dan biaya 50 juta yen (sekitar 500 juta rupiah)
Kostum yang dipakai dalam konser ini adalah hasil rancangan Masuda, dan mereka juga mengumumkan perilisan single baru Fighting Man tanggal 3 November mendatang.
Saat Yamashita ditanya tentang apakah pacarnya datang menonton, dijawab “Saya tidak punya pacar, saya jatuh cinta dengan fans.” Total sekitar 355 ribu orang datang dalam rangkaian tur NEWS kali ini (2 kota dan 7 konser).
Mungkin pacar Yamashita tidak datang, tapi mantan member KAT-TUN, Jin Akanishi diberitakan mendatangi konser NEWS DOME PARTY 2010, tanggal 27 September lalu. Menurut salah seorang fan yang datang, saat itu Nishikido Ryo menyanyikan lagu Jin yang berjudul Care sambil berkata, “Jin ada di sini, saya tidak tahu dimana ia duduk, bila kamu menemukannya, jotoslah dan katakan, kamu tidak bisa bergaul! (sambil bercanda), Ia memang biasanya kurang ramah (sosialisasi), tapi ia orang yang baik, teruslah dukung dia untuk tur Amerikanya.” Jin saat itu memang sedang berada di Tokyo untuk mempersiapkan event khusus tanggal 3 dan 4 Oktober kemarin.
Sumber : momoedgewood, Nikkan Sports, Sanspo.com, Cyzo woman

Chiaki Kuriyama merilis single keduanya

Aktris Chiaki Kuriyama (25) bersiap dengan perilisan single keduanya sebagai penyanyi. Ia akan berkolaborasi dengan gitaris rock, Tomoyasu Hotei (48). Lagu berjudul Kanousei Girl ini akan menjadi opening theme anime Gintama, mulai 4 Oktober.
Sebagai penyanyi, ia memakai nama CHiAKi KURiYAMA dan telah merilis debut singlenya, Ryusei no Namida, yang juga digunakan sebagai lagu tema Mobile Suit Gundam Unicorn. Kali ini, Kuriyama memilih tema rock untuk lagu Kanousei Girl, dengan bantuan Hotei.
Kuriyama telah menyukai musik rock sejak lama, dia bahkan membeli gitar untuk berlatih di rumah. Terinspirasi untuk menyanyikan lagu rock, ia lalu meminta Hotei untuk membuatkan lagu untuknya, Hotei pun menerima tawaran Kuriyama. Keduanya juga pernah bekerjasama secara tidak langsung. Lagu Hotei yang berjudul Battle Without Honor or Humanity dipakai untuk film Kill Bill Vol.1 dimana Kuriyama terkenal akan aktingnya sebagai Gogo Yubari.
Kanousei Girl akan dirilis sebagai single tanggal 17 November.


Sumber : Sports Hochi

%d bloggers like this: