Peringkat Box Office Jepang (23 – 24 Oktober)

Umizaru 3 kembali ke posisi pertama setelah minggu sebelumnya jatuh satu peringkat. Film baru yang berhasil menembus top 10 hanya Raiou yang dibintangi Okada Masaki dan Aoi Yuu.

1.Umizaru 3: The Last Message
2.Knight & Day
3.The Incite Mill
4.The Expendables
5.Ohoku
6.Sakuradamongai no Hen
7.Kimi ni Todoke
8.Raiou (The Lightning Tree)
9.13 Assassins
10.Resident Evil: Afterlife

Sumber : CINEMA NAVI

Advertisements

Aktris tertua Jepang meninggal dunia

Aktris Teruko Nagaoka meninggal dunia secara normal (karena faktor usia) di rumahnya (Tokyo) pada 18 Oktober, saat itu ia berusia 102 tahun. Terlahir dengan nama Teruko Shinohara di tahun 1908, Nagaoka kemudian belajar teater di Paris sebelum masa Perang Dunia II dan setelah kembali ke Jepang, ia mendirikan grup teatrikal untuk menyebarkan aliran komedi Prancis. Tahun 1939, ia kemudian bergabung dengan grup terkenal Bungakuza, dimana ia menjadi salah satu sutradara teater ternama Jepang.
Sebagai aktris, Nagaoka tampil di banyak film seperti Tokyo Story arahan Yasujiro Ozu (1953). Namun penampilan paling berkesan adalah dorama pagi NHK yang berjudul Oshin (1983-1984), dimana ia berperan sebagai salah satu karakter protagonis. Oshin kemudian menjadi sangat terkenal, dengan rating luar biasa saat itu (52,6% – 62,9%).
Ia terus berakting hingga mendekati akhir hayatnya, Nagaoka sempat tampil di panggung pada Desember 2007, dan merekam suaranya untuk penampilan lain di bulan Desember 2008. Pada tahun 2003, Nagaoka mendapatkan penghargaan Kan Kikuchi.
Sumber : Sankei Sports

Osamu Mukai kembali ke Kamboja untuk peran utama

Aktor terkenal Osamu Mukai (28) berhasil mendapatkan peran utama pertamanya dalam film layar lebar yang dijadwalkan rilis musim gugur 2011. Film yang disutradarai Kenta Fukasaku ini diberi judul Bokutachi wa Sekai wo Kaeru Koto ga Dekinai.
Film yang dibuat berdasarkan buku dengan judul sama yang ditulis oleh Kota Hada (26). Sebagai siswa dari Nippon Medical School, Hada menerbitkan bukunya sendiri pada Maret 2008 lalu, ia menuliskan pengalamannya sendiri tentang pendirian sebuah sekolah di daerah pedesaan di Kamboja, dan juga menjadi sukarelawan di sana.
Saat sutradara memutuskan para pemeran dalam film ini, salah satu alasan memilih Mukai, karena hubungannya dengan negara Kamboja. Tidak lama setelah melakukan debut aktingnya, Mukai tampil di salah satu acara dokumenter Sekai Ururun Taizaiki tahun 2007 lalu. Ia menghabiskan satu minggu penuh pengalaman hidup di Kamboja, ia membantu sebuah keluarga yang ingin merubah ladang ranjau berbahaya untuk ditanami mangga. Dalam profil blog-nya, Mukai menyebut keluarga tersebut sebagai ‘keluarga kedua yang berharga’.
Dalam film ini, Mukai akan berperan sebagai mahasiswa bernama Kota, bekerja keras membangun sekolah dasar di Kamboja. Ia akan didukung oleh Tori Matsuzaka (22), Eri Murakawa (23), Tasuku Emoto (22) dan Masataka Kubota (22).
Syuting film in telah dilakukan di luar Tokyo sejak 17 Oktober, dan adegan syuting di Kamboja akan dilakukan pertengahan November.
Sumber : Sankei Sports

Universal Pictures merencanakan film adaptasi Pluto

Universal Pictures dan Illumination Entertainment telah mendapatkan hak dari Tezuka Productions untuk live-action/CG (Computer Graphics) film adaptasi dari manga sci-fi misteri karya Naoki Urasawa, Pluto. Setelah diserialisasikan dari tahun 2003 hingga 2009, Pluto adalah dunia Astro Boy (Osamu Tezuka) yang dibuat kembali, bercerita tentang robot yang bertanggung jawab atas kasus pembunuhan. Urasawa juga dikenal sebagai mangaka 20th Century Boys yang sukses diadaptasi menjadi trilogi di Jepang tahun 2008 lalu. New Line Cinema juga dikabarkan telah mendapatkan hak untuk karya Urasawa yang lain, Monster di tahun 2005 lalu, tapi belum diketahui kapan filmnya akan rilis.
Pluto mulai dipublikasikan di Jepang tahun 2004 dan berhasil memenangkan Tezuka Cultural Award di tahun 2005. Viz Media mengumumkan untuk merilis manga ini dalam bahasa Inggris di tahun 2008. Manga ini juga telah dinominasikan untuk Eisner Award dan Harvey Award, serta memenangkan Seiun Award pada 49th Japan Science Fiction Convention tahun ini.
Urasawa juga dikenal lewat karyanya seperti Master Keaton, Yawara! (yang telah diadaptasi ke anime) dan sedang mengerjakan Billy Bat sejak 2008. “Naoki Urasawa telah memberikan dunia imajinatif penuh dengan aksi dan petualangan, tapi karakternya dan cerita penuh makna (Pluto) yang membantu saya mendapatkan ijin tersebut.” kata CEO Illumination Entertainment, Chris Meledandri yang pernah menggarap Despicable Me dan Horton Hears a Who!.
Sumber : Anime News Network

Eita dan Kenichi Matsuyama bermain film otaku

Eita (27) dan Kenichi Matsuyama (25) akan membintangi film yang bercerita tentang otaku kereta api berjudul Bokutachi Kyuukou ~A Ressha de Ikou~, disutradarai oleh Yoshimitsu Morita.
Morita, yang menyukai kereta api sejak kecil telah menggarap naskah film ini sejak 10 tahun lalu. Tentang ikatan 2 orang otaku kereta api yang bertemu saat menaiki kereta yang sama.
Untuk mewujudkan obsesinya ini, Morita berencana untuk menampilkan 80 jenis kereta dalam filmnya ini, dan tampaknya akan membuat rekor untuk film Jepang. Selain itu, karakter dalam film ini juga akan bernama Komachi dan Azusa, yang diambil dari nama kereta.
Artis pendukung dalam film ini antara lain Keiko Matsuzaka (58) dan Shihori Kanjiya (24). Dijadwalkan proses syuting rampung dalam bulan ini, dan hasilnya dijadwalkan rilis pada musim gugur tahun 2011.
Sumber : Sponichi Annex

Ōoku kemungkinan rilis di Asia dan Amerika Utara


Film terbaru Kazunari Ninomiya (27) 大奥 (Ōoku) telah disaksikan lebih dari satu juta orang di Jepang dan terus mendapatkan penawaran untuk tayang di luar Jepang. Seperti yang dilaporkan CinemaCafe.net dalam sebuah event di Tokyo, 14 Oktober lalu.
Sutradara Fumiki Kaneko dan Ninomiya hadir di event tersebut untuk mengucapkan terima kasih kepada fans atas kesuksesan filmnya. Sejak dirilis 1 Oktober, telah menarik 1,1 juta orang untuk menonton dengan penghasilan mencapai 13 milyar yen. Selengkapnya

May’n akan merilis film dokumenter 3D


Penyanyi May’n yang dikenal lewat pengisi suara karakter Sheryl Nome dalam Macross Frontier akan merilis film dokumenter dalam bentuk 3D. Film ini berjudul May’n THE MOVIE -Phonic Nation- dan akan ditayangkan di bioskop mulai 5 Februari 2011.
Diproduksi menggunakan teknologi 3ality Digital, film ini akan berfokus pada konser May’n di Zepp Tokyo yang merupakan rangkaian tur musim panasnya. Sebagai tambahan dalam konser 3D ini, juga akan menyertakan adegan proses rekam lagu terbarunya Phonic Nation, gladi bersih tur dan cuplikan konser di Singapura, Malaysia dan Los Angeles. Film ini disutradarai oleh Hideaki Sunaga yang dikenal lewat beberapa video klip dan film.
May’n juga dijadwalkan untuk tampil di Singapura bulan November ini, dan ia juga akan mengadakan konser Nippon Budokan keduanya bulan Maret 2011. Konser pertamanya telah dilakukan bulan Januari 2010, dimana tiket langsung terjual habis di hari pertama penjualan.
Sumber : Cinema Today

%d bloggers like this: